Deskripsi Proyek
Sistem manajemen operasional pelabuhan yang komprehensif untuk mengelola seluruh proses bongkar muat container dan kargo. Platform ini mengotomasi workflow pelabuhan, meningkatkan efisiensi operasional, dan menyediakan tracking real-time untuk semua aktivitas bongkar muat.
Kemampuan Utama
Sistem ini mencakup manajemen vessel dan kapal, scheduling bongkar muat container, tracking posisi dan status container, manajemen alat berat dan resources pelabuhan, koordinasi antara berbagai stakeholder, billing dan invoicing otomatis, serta reporting dan analitik operasional yang mendalam.
Integrasi Pembayaran SNAP BI Multi-Bank
Modul billing terintegrasi dengan tiga bank besar nasional via Virtual Account, dengan SNAP BI v1.0 sebagai standar wajib di sisi perbankan. Implementasi mencakup:
- OAuth client-credentials dengan signature RSA-2048 (SHA256withRSA) untuk akses access-token
- Signature transaksional HMAC-SHA512 dengan validasi header X-SIGNATURE / X-TIMESTAMP / X-CLIENT-KEY skema SNAP v1.0
- Validasi timestamp ISO-8601 dengan toleransi ±5 menit untuk mencegah replay
- Idempotency dedup — tabel external-ID per service untuk menjamin tagihan yang sama tidak diproses ganda
- Inquiry status VA sebagai sumber tunggal kebenaran ke bank (bukan polling DB lokal)
- Webhook payment notification dari bank, dengan validasi signature ulang sebelum status billing diubah
- Audit log lengkap — request, response, kode error, deskripsi, timestamp, user agent — untuk setiap call ke bank
Stack: Spring Boot, Spring WebFlux RestTemplate, REST API integration. Live di production.
Arsitektur Teknis
Backend & Framework:
- Spring Boot framework dengan Java
- Database PostgreSQL
- Spring Data JPA untuk persistence
- RESTful API architecture
- Microservices architecture
Scale & Performance:
- Large-scale system dengan 752K+ lines of code
- High-performance transaction processing
- Real-time data synchronization
- Scalable architecture untuk handle concurrent operations
Infrastructure:
- Containerization dengan Docker
- Orchestration dengan Kubernetes
- Load balancing untuk high availability
- CI/CD pipeline untuk automated deployment
Integration:
- Integration dengan berbagai sistem pelabuhan
- EDI (Electronic Data Interchange) support
- Real-time communication protocols
- Third-party logistics integration
Development Stack
Tim menggunakan Spring Boot ecosystem dengan JPA/Hibernate untuk data management, Maven/Gradle untuk build automation, dan comprehensive testing suite untuk quality assurance di skala enterprise.
Screenshots


