Balaka Tutorial: Coffee Shop

Overview

Anda menjalankan Kedai Kopi Nusantara — kedai kopi spesialti dan bakery di Jl. Braga No. 78, Bandung. Usaha berbentuk UMKM (non-PKP) dengan 6 karyawan tetap.

Profil Usaha

DataNilai
NamaKedai Kopi Nusantara
LokasiJl. Braga No. 78, Bandung 40111
Status PajakUMKM non-PKP (PPh Final 0,5%)
Karyawan6 orang
GajiRp 5.000.000/bulan (semua karyawan)
BerdiriJanuari 2020

Sumber Pendapatan

SumberTipeRata-rata/Bulan
Walk-in (dine-in & takeaway)Tunai via POS33-51 juta
GrabFood / GoFoodTransfer via platform7,5-15 juta

Kedai kopi punya 2 sumber pendapatan: penjualan langsung di kasir dan penjualan via platform delivery. Platform delivery memotong admin fee 20% dari total penjualan.

Yang Akan Anda Pelajari

Tutorial ini mengikuti siklus keuangan 1 tahun penuh (Januari-Desember 2025):

  1. Pembelian Bahan Baku — kopi, susu, gula, cup
  2. Penjualan Tunai + COGS — rekap POS mingguan dengan HPP
  3. Penjualan Online — GrabFood/GoFood dengan potongan platform
  4. Produksi & BOM — resep croissant dan roti bakar coklat
  5. Pengeluaran Operasional — sewa, listrik, operasional
  6. Payroll — gaji 6 karyawan, BPJS, PPh 21
  7. Pajak UMKM — PPh Final 0,5% dan pertimbangan PKP

Angka-Angka Kunci (Ringkasan Tahun 2025)

MetrikNilai
Total Pendapatan533.000.000
HPP (Harga Pokok Penjualan)169.480.000
Laba Kotor363.520.000
Total Beban Operasional535.174.000
Rugi Bersih Sebelum Pajak(171.654.000)
PPh Final UMKM (0,5%)3.151.000
Modal Disetor250.000.000

Kedai Kopi Nusantara beroperasi rugi di tahun 2025 — beban gaji dan sewa masih melebihi pendapatan. Ini umum terjadi pada kedai kopi yang sedang dalam fase pertumbuhan, terutama dengan 6 karyawan di level gaji 5 juta. Penjelasan lebih lanjut di Pajak UMKM.

Semua angka ini dihasilkan oleh aplikasi Balaka melalui simulasi demo data.

Pembelian Bahan Baku

Bahan baku kedai kopi harus dibeli rutin setiap bulan. Ada 2 cara pembayaran: tunai (langsung bayar) dan kredit (hutang ke supplier).

Bahan Baku Utama

BahanRata-rata/BulanSupplier
Biji kopi arabica6,5 - 8 jutaSupplier Kopi
Susu segar3,5 - 4,5 jutaDistributor Susu
Cup dan packaging1,2 jutaToko Packaging

Total pembelian bahan baku sepanjang 2025: Rp 145.300.000 (tercatat di akun 1.1.20 Persediaan Bahan Baku).

Pembelian Tunai

Mayoritas pembelian bahan baku dibayar tunai saat barang diterima.

Template: Pembelian Bahan Baku - Tunai

Contoh: Pembelian biji kopi arabica Januari, Rp 6.500.000

FieldIsi
TemplatePembelian Bahan Baku - Tunai
Tanggal2025-01-05
Jumlah6.500.000
DeskripsiPembelian biji kopi arabica Januari
ReferensiINV-KNJ-2025-01

Jurnal yang dihasilkan:

AkunDebitKredit
1.1.20 Persediaan Bahan Baku6.500.000
1.1.01 Kas 6.500.000

Persediaan bertambah (debit), kas berkurang (kredit). Bahan baku masuk gudang, uang keluar dari kasir.

Form pembelian bahan baku tunai

Untuk memahami konsep debit dan kredit, lihat Debit dan Kredit.

Pembelian Kredit

Untuk pembelian dalam jumlah besar atau supplier yang memberikan tempo pembayaran, gunakan pembelian kredit.

Template: Pembelian Bahan Baku - Kredit

Contoh: Pembelian biji kopi spesial kredit Q1, Rp 10.000.000

FieldIsi
TemplatePembelian Bahan Baku - Kredit
Tanggal2025-03-05
Jumlah10.000.000
DeskripsiPembelian biji kopi spesial kredit Q1
ReferensiINV-KNJ-2025-Q1

Jurnal yang dihasilkan:

AkunDebitKredit
1.1.20 Persediaan Bahan Baku10.000.000
2.1.02 Hutang Supplier 10.000.000

Persediaan tetap bertambah, tapi yang berkurang bukan kas — melainkan timbul hutang ke supplier. Hutang ini harus dilunasi sesuai kesepakatan.

Form pembelian bahan baku kredit

Di akhir tahun 2025, Kedai Kopi Nusantara masih memiliki Hutang Supplier Rp 10.000.000 (pembelian kredit Q1 yang belum dilunasi).

Perbedaan Tunai vs Kredit

TunaiKredit
Kas berkurangYa, langsungTidak
Hutang timbulTidakYa
Persediaan bertambahYaYa
Cocok untukPembelian rutin kecilPembelian besar / supplier tetap

Jadwal Pembelian 2025

BulanBiji KopiSusuLainnyaTotal
Jan6.500.0003.500.0001.200.00011.200.000
Feb7.000.0003.800.00010.800.000
Mar7.500.000 + 10.000.000 (kredit)4.000.00021.500.000
Apr7.000.0003.800.00010.800.000
Mei7.200.0003.900.00011.100.000
Jun7.500.0004.000.00011.500.000
Jul7.000.0003.800.00010.800.000
Agu7.500.0004.000.00011.500.000
Sep7.200.0003.900.00011.100.000
Okt7.000.0003.800.00010.800.000
Nov7.500.0004.200.00011.700.000
Des8.000.0004.500.00012.500.000
Total 145.300.000

Desember lebih besar karena peak season (liburan dan tahun baru).

Tips

  • Catat per nota pembelian — jangan gabungkan pembelian kopi dan susu dalam 1 transaksi, karena supplier berbeda dan referensi nota berbeda
  • Simpan nota — nomor referensi (INV-KNJ-2025-01, dll) harus cocok dengan nota fisik dari supplier
  • Pantau persediaan — jika bahan baku cepat habis sebelum akhir bulan, bisa jadi ada waste yang perlu dikontrol

Langkah Selanjutnya

Penjualan Harian

Kedai kopi mencatat penjualan tunai secara agregat per minggu. Setiap transaksi penjualan sekaligus mencatat HPP (Harga Pokok Penjualan / COGS) — biaya bahan baku yang terpakai untuk menghasilkan minuman dan makanan yang terjual.

Konsep COGS untuk Kedai Kopi

COGS (Cost of Goods Sold) adalah biaya bahan baku yang digunakan untuk membuat produk yang dijual. Di kedai kopi, ini mencakup biji kopi, susu, gula, es batu, cup, dan bahan lainnya.

Rasio COGS di Kedai Kopi Nusantara: 38% dari revenue.

Artinya dari setiap Rp 100.000 penjualan, Rp 38.000 adalah biaya bahan baku. Sisanya Rp 62.000 adalah laba kotor (gross margin 62%) — yang masih harus dikurangi biaya operasional (gaji, sewa, listrik, dll).

Template: Penjualan Tunai + COGS

Template ini bertipe DETAILED — Anda mengisi 2 variabel:

VariabelKeterangan
revenueAmountTotal penjualan dari POS (kasir)
cogsHPP = 38% dari revenue

Contoh: Penjualan minggu 1 Januari, revenue Rp 18.000.000

FieldIsi
TemplatePenjualan Tunai + COGS
Tanggal2025-01-11
Variabel revenueAmount18.000.000
Variabel cogs6.840.000
DeskripsiPenjualan minggu 1 Januari
ReferensiPOS-2025-01-W1

Jurnal yang dihasilkan:

AkunDebitKreditKeterangan
1.1.01 Kas18.000.000 Uang masuk dari penjualan
4.1.01 Pendapatan Penjualan Minuman 18.000.000Revenue tercatat
5.1.01 HPP Kopi6.840.000 Biaya bahan baku terpakai
1.1.21 Persediaan Barang Jadi 6.840.000Persediaan berkurang

4 akun terlibat dalam 1 transaksi:

  1. Kas bertambah — uang diterima dari pelanggan
  2. Pendapatan bertambah — omzet tercatat
  3. HPP bertambah — biaya bahan baku diakui sebagai beban
  4. Persediaan Barang Jadi berkurang — stok keluar

Form penjualan tunai dengan COGS

Menghitung COGS

Angka COGS bisa dihitung dari data POS:

COGS = Revenue × 38%

Contoh minggu 1 Januari:
  Revenue = 18.000.000
  COGS    = 18.000.000 × 0,38 = 6.840.000

Rasio 38% ini dihitung dari harga pokok bahan baku per cup/porsi dibagi harga jual. Setiap kedai kopi punya rasio berbeda tergantung kualitas bahan dan harga jual.

Agregasi Mingguan

Penjualan di kasir terjadi per transaksi (per cup/porsi), tapi pencatatan di Balaka dilakukan per minggu. Ini menyederhanakan pencatatan tanpa kehilangan akurasi.

Contoh Januari 2025:

MingguTanggalRevenueCOGS (38%)
W111 Jan18.000.0006.840.000
W218 Jan17.500.0006.650.000
W3-425 Jan16.000.0006.080.000
Total Jan 51.500.00019.570.000

Penjualan Tunai Sepanjang 2025

BulanRevenueCOGSLaba Kotor
Jan51.500.00019.570.00031.930.000
Feb33.500.00012.730.00020.770.000
Mar37.500.00014.250.00023.250.000
Apr33.500.00012.730.00020.770.000
Mei35.500.00013.490.00022.010.000
Jun37.000.00014.060.00022.940.000
Jul33.500.00012.730.00020.770.000
Agu36.000.00013.680.00022.320.000
Sep35.000.00013.300.00021.700.000
Okt34.500.00013.110.00021.390.000
Nov36.500.00013.870.00022.630.000
Des42.000.00015.960.00026.040.000
Total446.000.000169.480.000276.520.000

Desember tertinggi karena peak season (liburan sekolah, Natal, tahun baru).

Laba Kotor vs Laba Bersih

Laba kotor 62% terlihat sehat, tapi ini belum memperhitungkan beban operasional:

Revenue                    446.000.000   (tunai saja)
- COGS                    (169.480.000)
                          ─────────────
Laba Kotor                 276.520.000   (gross margin 62%)

- Gaji + BPJS             (397.944.000)  ← ini yang besar
- Sewa                     (96.000.000)
- Listrik                  (18.250.000)
- Dll

Inilah mengapa kedai kopi dengan gross margin 62% masih bisa rugi — beban gaji dan sewa yang tinggi. Lihat Pajak UMKM untuk analisis lengkapnya.

Tips

  • Cocokkan dengan POS — total revenue di Balaka harus sama dengan laporan Z-read mesin kasir
  • Konsistensi rasio COGS — jika rasio berubah signifikan, periksa apakah harga bahan baku naik atau ada waste
  • Referensi mingguan — gunakan format POS-2025-01-W1 agar mudah dilacak

Langkah Selanjutnya

Penjualan Online

Selain walk-in, kedai kopi juga menjual via platform delivery: GrabFood, GoFood, ShopeeFood. Platform ini memotong admin fee 20% dari total penjualan sebelum mentransfer ke rekening.

Konsep Potongan Platform

Jika pelanggan membeli kopi senilai Rp 8.000.000 via GrabFood dalam sebulan:

Penjualan kotor (grossSales)   :  8.000.000
Potongan platform 20% (adminFee): (1.600.000)
                                  ──────────
Yang diterima kedai             :  6.400.000

Meskipun uang yang masuk hanya 6,4 juta, pendapatan yang dicatat tetap 8 juta. Selisih 1,6 juta dicatat sebagai Beban Potongan Platform — ini adalah biaya yang Anda bayar ke GrabFood/GoFood untuk mendapatkan pelanggan.

Template: Penjualan Online (GrabFood/GoFood)

Template ini bertipe DETAILED dengan 2 variabel:

VariabelKeterangan
grossSalesTotal penjualan kotor (sebelum potongan)
adminFeePotongan platform (20% dari grossSales)

Contoh: Penjualan GrabFood Februari, gross Rp 8.000.000

FieldIsi
TemplatePenjualan Online (GrabFood/GoFood)
Tanggal2025-02-22
Variabel grossSales8.000.000
Variabel adminFee1.600.000
DeskripsiPenjualan GrabFood Februari
ReferensiGF-2025-02

Jurnal yang dihasilkan:

AkunDebitKreditPerhitungan
1.1.02 Bank BCA6.400.000 grossSales - adminFee
6.2.11 Beban Potongan Platform1.600.000 adminFee (20%)
4.1.01 Pendapatan Penjualan Minuman 8.000.000grossSales

3 akun terlibat:

  1. Bank BCA bertambah — uang yang benar-benar diterima (setelah dipotong)
  2. Beban Potongan Platform — biaya yang dipotong GrabFood/GoFood
  3. Pendapatan — revenue penuh sebelum potongan

Perhatikan: uang online masuk ke Bank BCA (transfer dari platform), bukan ke Kas seperti penjualan walk-in.

Form penjualan online GrabFood/GoFood

Penjualan Online Sepanjang 2025

Tidak setiap bulan ada penjualan online (tergantung volume order):

BulanGross SalesAdmin Fee (20%)Yang Diterima
Feb8.000.0001.600.0006.400.000
Mar9.000.0001.800.0007.200.000
Apr7.500.0001.500.0006.000.000
Mei8.500.0001.700.0006.800.000
Jun9.500.0001.900.0007.600.000
Agu10.000.0002.000.0008.000.000
Sep8.500.0001.700.0006.800.000
Nov11.000.0002.200.0008.800.000
Des15.000.0003.000.00012.000.000
Total87.000.00017.400.00069.600.000

Desember tertinggi karena banyak pesanan delivery saat liburan.

Dampak Potongan Platform di Laporan

Di akhir tahun 2025:

AkunSaldo
4.1.01 Pendapatan Penjualan Minuman533.000.000 (tunai 446jt + online 87jt)
6.2.11 Beban Potongan Platform17.400.000

Potongan platform adalah biaya akuisisi pelanggan. Secara efektif, dari setiap Rp 100.000 penjualan online, Anda hanya menerima Rp 80.000.

Tips

  • Cocokkan dengan laporan platform — cek statement bulanan dari GrabFood/GoFood untuk memastikan angka grossSales dan adminFee sesuai
  • Catat per platform — jika Anda menggunakan GrabFood dan GoFood, bisa dicatat terpisah dengan deskripsi yang jelas (GF-2025-02 untuk GrabFood, GO-2025-02 untuk GoFood)
  • Pertimbangkan margin — jika COGS 38% + platform fee 20% = 58%, margin online hanya 42% vs 62% walk-in. Pertimbangkan apakah volume online cukup untuk membenarkan biaya platform

Langkah Selanjutnya

Produksi & BOM

Selain minuman kopi, Kedai Kopi Nusantara juga menjual produk bakery: croissant dan roti bakar coklat. Produk ini dibuat sendiri dari bahan baku menggunakan resep (BOM).

Konsep BOM

BOM (Bill of Materials) adalah daftar bahan baku beserta jumlahnya yang dibutuhkan untuk membuat 1 batch produk jadi. Di Balaka, BOM digunakan untuk:

  1. Menghitung biaya produksi — berapa biaya bahan baku per batch
  2. Memindahkan nilai persediaan — dari Persediaan Bahan Baku ke Persediaan Barang Jadi
  3. Mengontrol stok — memastikan bahan baku cukup sebelum produksi

BOM Croissant (BOM-CRS)

Resep untuk 1 batch = 24 pcs croissant:

BahanKodeJumlahSatuan
Tepung TeriguTEPUNG-TERIGU3kg
ButterBUTTER1,5kg
Telur AyamTELUR12butir
Ragi InstanRAGI10gram
GaramGARAM6gram
Susu SegarSUSU-SEGAR0,6liter

Harga jual per pcs: Rp 25.000

BOM Roti Bakar Coklat (BOM-RBC)

Resep untuk 1 batch = 20 pcs roti bakar coklat:

BahanKodeJumlahSatuan
Tepung TeriguTEPUNG-TERIGU2,5kg
ButterBUTTER1kg
Telur AyamTELUR10butir
Ragi InstanRAGI8gram
GaramGARAM5gram
Coklat BlokCOKLAT0,4kg

Harga jual per pcs: Rp 20.000

Alur Produksi

Persediaan Bahan Baku  →  Produksi  →  Persediaan Barang Jadi  →  Penjualan
  (1.1.20)                               (1.1.21)                  (4.1.01)
  kopi, susu, tepung,                     croissant,               customer
  butter, telur, dll                      roti bakar

Langkah 1: Buat Production Order

Buka Inventori → Produksi → Buat Baru:

FieldIsi
BOMBOM Croissant (BOM-CRS)
Jumlah Batch1
TanggalSesuai tanggal produksi

Sistem menampilkan kebutuhan bahan baku berdasarkan BOM.

Langkah 2: Eksekusi Produksi

Klik Eksekusi — sistem membuat jurnal:

AkunDebitKredit
1.1.21 Persediaan Barang Jadi(biaya bahan)
1.1.20 Persediaan Bahan Baku (biaya bahan)

Nilai persediaan berpindah dari bahan baku ke barang jadi. Total aset tidak berubah — hanya berpindah antar akun persediaan.

Langkah 3: Penjualan

Saat croissant atau roti terjual, dicatat melalui template Penjualan Tunai + COGS yang mengurangi Persediaan Barang Jadi dan mengakui HPP.

Template: Produksi Barang Jadi

Jika ingin mencatat produksi secara manual tanpa fitur Production Order:

Template: Produksi Barang Jadi

AkunDebitKredit
1.1.21 Persediaan Barang Jadi(jumlah)
1.1.20 Persediaan Bahan Baku (jumlah)

Produk Master

Produk yang terdaftar di sistem:

Bahan Baku

KodeNamaSatuanAkun Persediaan
KOPI-ARABICABiji Kopi Arabicakg1.1.20
SUSU-SEGARSusu Segarliter1.1.20
GULA-ARENGula Aren Cairliter1.1.20
ES-BATUEs Batukg1.1.20
TEPUNG-TERIGUTepung Terigukg1.1.20
BUTTERButterkg1.1.20
TELURTelur Ayambutir1.1.20
RAGIRagi Instangram1.1.20
GARAMGaramgram1.1.20
COKLATCoklat Blokkg1.1.20

Barang Jadi

KodeNamaSatuanHarga JualAkun Persediaan
CROISSANTCroissantpcs25.0001.1.21
ROTI-COKLATRoti Bakar Coklatpcs20.0001.1.21

Semua produk menggunakan metode costing Weighted Average — harga bahan baku dihitung rata-rata tertimbang dari semua pembelian.

Tips

  • Produksi sesuai demand — jangan overproduksi karena bakery cepat basi
  • Cek stok bahan — pastikan bahan baku cukup sebelum memulai produksi
  • Konsistensi resep — jika resep berubah (misalnya menambah butter), update BOM di Balaka agar biaya produksi akurat

Langkah Selanjutnya

Beban Operasional

Pengeluaran rutin kedai kopi dicatat menggunakan template SIMPLE — isi jumlah, klik posting, selesai.

Pengeluaran Bulanan

TemplateAkun BebanRata-rata/BulanKeterangan
Bayar Sewa6.2.018.000.000Sewa ruko Jl. Braga
Bayar Listrik6.2.021.450.000 - 1.700.000Mesin espresso, AC, freezer
Beban Admin Bank6.2.1015.000Potongan otomatis BCA

Pengeluaran Triwulanan

TemplateAkun BebanPer KuartalKeterangan
Bayar Beban Operasional6.2.121.200.000 - 1.500.000Perlengkapan toko, ATK

Cara Mencatat

Semua template pengeluaran bekerja sama:

  1. Pilih template (misal: Bayar Sewa)
  2. Isi tanggal dan jumlah
  3. Isi deskripsi dan referensi
  4. Klik Simpan & Posting

Jurnal yang dihasilkan (contoh sewa):

AkunDebitKredit
6.2.01 Beban Sewa Tempat8.000.000
1.1.01 Kas 8.000.000

Beban bertambah (debit), kas berkurang (kredit). Perhatikan bahwa sewa dan listrik dibayar dari Kas, bukan dari Bank — karena ini pembayaran langsung di lokasi.

Transfer Antar Bank

Setiap bulan, Kedai Kopi Nusantara menyetorkan sebagian uang kas ke Bank BCA sebesar Rp 32.000.000. Ini bukan pengeluaran — hanya memindahkan uang dari kasir ke bank.

Template: Transfer Antar Bank

FieldIsi
TemplateTransfer Antar Bank
Tanggal2025-01-27
Jumlah32.000.000
DeskripsiSetoran kas ke bank Januari
ReferensiTRF-KAS-2025-01

Jurnal yang dihasilkan:

AkunDebitKredit
1.1.02 Bank BCA32.000.000
1.1.01 Kas 32.000.000

Bank bertambah, kas berkurang. Total aset tetap sama — hanya berpindah tempat. Uang di bank digunakan untuk membayar gaji (via transfer), BPJS, dan PPh.

Total Pengeluaran Operasional 2025

KategoriJumlah/Tahun
Beban Gaji (via payroll)360.000.000
Beban BPJS Kesehatan (via payroll)14.400.000
Beban BPJS Ketenagakerjaan (via payroll)23.544.000
Beban Sewa Tempat96.000.000
Beban Listrik18.250.000
Beban Potongan Platform17.400.000
Beban Operasional Lainnya5.400.000
Beban Admin Bank180.000
Total Beban Operasional535.174.000

Saldo Kas dan Bank

Alur uang di kedai kopi:

Penjualan tunai → Kas (1.1.01) → Transfer → Bank BCA (1.1.02)
Penjualan online → langsung ke Bank BCA (1.1.02)

Dari Kas: bayar bahan baku, sewa, listrik
Dari Bank: bayar gaji, BPJS, PPh, admin bank

Di akhir tahun 2025:

AkunSaldo
Kas62.450.000
Bank BCA14.525.000

Tips

  • Sewa — catat sewa setiap bulan meskipun kontrak tahunan, agar beban tersebar merata di laporan laba rugi
  • Listrik naik di Desember — mesin espresso lebih sering nyala karena peak season. Ini normal
  • Transfer rutin — setorkan uang kas ke bank secara rutin agar tidak menumpuk kas fisik terlalu banyak

Langkah Selanjutnya

  • Payroll — gaji 6 karyawan dan BPJS

Payroll

Setiap bulan, jalankan payroll untuk 6 karyawan. Sistem menghitung BPJS dan PPh 21 otomatis.

Untuk konsep payroll, lihat Panduan Payroll.

Konfigurasi Kedai Kopi Nusantara

ParameterNilai
Base Salary5.000.000
JKK Risk Class2 (F&B / restoran)
Jumlah Karyawan6

Data Karyawan

KaryawanJabatanPTKP
Karyawan 1BaristaTK/0
Karyawan 2BaristaTK/0
Karyawan 3BakerK/0
Karyawan 4BakerK/1
Karyawan 5KasirTK/0
Karyawan 6CleaningK/0

PPh 21 di Gaji 5 Juta

Dengan gaji Rp 5.000.000/bulan, PPh 21 sangat kecil. Pada level gaji ini, setelah dikurangi BPJS karyawan dan PTKP, penghasilan kena pajak hampir nol untuk sebagian besar karyawan.

Total PPh 21 per bulan (Jan-Nov): sekitar Rp 50.000 (tergantung komposisi PTKP karyawan).

Ini sangat berbeda dengan perusahaan IT service yang gajinya 15 juta — di sana PPh 21 bisa mencapai 3,6 juta per bulan.

Langkah Bulanan

1. Buat Payroll Run

Buka Payroll → Buat Baru:

  • Periode: 2025-01
  • Base Salary: 5000000
  • JKK Risk Class: 2

Klik Buat & Kalkulasi.

2. Review Hasil

Sistem menampilkan:

ItemPer Bulan (Jan-Nov)
Total Gross30.000.000
Total Employee BPJS~1.730.000
Total PPh 21~50.000
Total Deductions~1.780.000
Total Net Pay~28.220.000
Total Company BPJS~3.162.000

3. Approve & Post

  • Klik Approve → review final
  • Klik Post ke Jurnal → jurnal "Post Gaji Bulanan" otomatis dibuat

4. Bayar Gaji

Setelah payroll diposting, buat transaksi:

  • Bayar Hutang Gaji — jumlah = Total Net Pay
  • Bayar Hutang BPJS — jumlah = Total BPJS (karyawan + perusahaan)

5. Setor PPh 21

Bulan berikutnya (sebelum tanggal 10):

  • Setor PPh 21 — jumlah = Total PPh 21 dari payroll bulan lalu

Dampak di Laporan Keuangan

Di akhir tahun 2025:

AkunSaldoKeterangan
6.1.01 Gaji Barista360.000.00030jt × 12 bulan
6.1.04 BPJS Kesehatan14.400.000Company Kes × 12
6.1.05 BPJS Ketenagakerjaan23.544.000Company TK × 12
2.1.14 Hutang PPh 21600.000PPh 21 Desember, disetor Januari 2026

Total beban gaji dan BPJS: 397.944.000/tahun — ini adalah beban terbesar kedai kopi (75% dari total beban operasional).

Perbandingan dengan IT Service

Kedai KopiIT Service
Gaji/orang5.000.00015.000.000
Jumlah karyawan65
Total gross/bulan30.000.00075.000.000
PPh 21/bulan~50.0003.600.000
Revenue/bulan~44.000.000~176.000.000
Rasio gaji/revenue~68%~43%

Rasio gaji terhadap revenue di kedai kopi jauh lebih tinggi — ini adalah tantangan utama bisnis F&B dengan banyak karyawan.

Tips

  • PPh 21 Desember lebih besar — ini bukan bug, melainkan rekonsiliasi tahunan. Lihat Panduan PPh untuk penjelasan TER method
  • Review kebutuhan staffing — dengan rasio gaji 68% dari revenue, pertimbangkan apakah efisiensi bisa ditingkatkan
  • Bayar gaji tepat waktu — jangan lupa transaksi "Bayar Hutang Gaji" setelah posting payroll

Langkah Selanjutnya

  • Pajak UMKM — PPh Final 0,5% dan pertimbangan pajak

Pajak UMKM

Kedai Kopi Nusantara berstatus UMKM non-PKP. Kewajiban pajak utamanya adalah PPh Final 0,5% dari omzet bruto (PP 55/2022).

PPh Final UMKM 0,5%

UMKM dengan omzet di bawah Rp 4,8 miliar/tahun bisa memilih tarif PPh Final 0,5% dari omzet bruto. Perhitungannya sederhana:

PPh Final = Omzet Bulan Lalu × 0,5%

Template: Bayar PPh Final UMKM

Contoh: PPh Final untuk revenue Januari (51,5 juta tunai):

FieldIsi
TemplateBayar PPh Final UMKM
Tanggal2025-02-15
Jumlah257.500
DeskripsiPPh Final 0.5% revenue Januari
ReferensiPPHFINAL-2025-01

Jurnal yang dihasilkan:

AkunDebitKredit
8.1.03 Beban PPh Final UMKM257.500
1.1.02 Bank BCA 257.500

PPh Final dicatat sebagai Beban Lain-lain (bukan beban operasional) dan dibayar dari Bank BCA via e-Billing DJP.

Form pembayaran PPh Final UMKM

Jadwal Pembayaran PPh Final 2025

PPh Final dibayar paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya:

Masa PajakOmzet BulanPPh Final (0,5%)Dibayar
Januari51.500.000257.50015 Feb
Februari51.600.000258.00015 Mar
Maret60.500.000302.50015 Apr
April55.000.000275.00015 Mei
Mei58.000.000290.00015 Jun
Juni62.000.000310.00015 Jul
Juli53.600.000268.00015 Agu
Agustus62.000.000310.00015 Sep
September59.000.000295.00015 Okt
Oktober55.000.000275.00015 Nov
November62.000.000310.00015 Des
Desember69.000.00015 Jan 2026
Total 3.151.000

Omzet bulan termasuk penjualan tunai + penjualan online (grossSales, sebelum potongan platform).

Tidak Ada Kewajiban PPN

Sebagai non-PKP, Kedai Kopi Nusantara:

  • Tidak memungut PPN dari pelanggan
  • Tidak membuat Faktur Pajak
  • Tidak lapor SPT Masa PPN

Harga yang tertera di menu sudah final — tidak ada tambahan 11% PPN.

Mengapa Rugi Itu Wajar untuk Kedai Kopi yang Bertumbuh

Laporan keuangan 2025 menunjukkan Kedai Kopi Nusantara mengalami rugi:

PENDAPATAN
  Pendapatan Penjualan Minuman      533.000.000
                                    ─────────────
  Total Pendapatan                   533.000.000

HARGA POKOK PENJUALAN
  HPP Kopi                           169.480.000
                                    ─────────────
  Laba Kotor                         363.520.000

BEBAN OPERASIONAL
  Gaji Barista                       360.000.000
  BPJS Kesehatan                      14.400.000
  BPJS Ketenagakerjaan                23.544.000
  Beban Sewa Tempat                   96.000.000
  Beban Listrik                       18.250.000
  Beban Potongan Platform             17.400.000
  Beban Operasional Lainnya            5.400.000
  Beban Administrasi Bank                180.000
                                    ─────────────
  Total Beban Operasional            535.174.000

BEBAN LAIN-LAIN
  Beban PPh Final UMKM                 3.151.000
                                    ─────────────

RUGI BERSIH                        (174.805.000)

Ini bukan berarti bisnis gagal. Beberapa alasan rugi di fase pertumbuhan:

  1. Kapasitas belum penuh — dengan 6 karyawan, kedai bisa melayani lebih banyak pelanggan. Revenue masih bisa naik tanpa menambah karyawan
  2. Gaji adalah investasi — 6 karyawan terlatih (barista, baker, kasir) dibutuhkan untuk menjaga kualitas dan konsistensi layanan
  3. Brand building — lokasi di Jl. Braga dengan sewa 8 juta/bulan adalah investasi branding jangka panjang
  4. Rasio gaji 68% — ini tinggi tapi umum untuk kedai kopi yang baru berkembang. Target sehat: di bawah 40%

Untuk mencapai break-even, kedai perlu menaikkan revenue ke sekitar Rp 75-80 juta/bulan (dari rata-rata 44 juta saat ini).

Meskipun Rugi, PPh Final Tetap Dibayar

Keunikan PPh Final UMKM: pajak dihitung dari omzet bruto, bukan laba. Meskipun rugi, selama ada omzet, PPh Final tetap harus dibayar.

Ini berbeda dengan PPh Badan tarif normal yang dihitung dari laba — jika rugi, PPh Badan nihil.

Kapan Harus Upgrade ke PKP?

Kedai kopi wajib mendaftar PKP jika:

KondisiThreshold
Omzet tahunan> Rp 4,8 miliar
Omzet bulanan rata-rata> Rp 400 juta

Dengan omzet 533 juta/tahun (rata-rata 44 juta/bulan), Kedai Kopi Nusantara masih jauh dari threshold PKP.

Jika sudah PKP:

  • Harga menu naik 11% (PPN) atau margin berkurang 11%
  • Wajib membuat Faktur Pajak setiap transaksi
  • Wajib lapor SPT Masa PPN bulanan
  • Tidak bisa menggunakan tarif PPh Final 0,5% lagi

Untuk panduan PPN jika sudah PKP, lihat Panduan PPN.

Pertimbangan Akhir Tahun

Batasan Waktu PPh Final UMKM

PP 55/2022 memberikan fasilitas PPh Final 0,5% untuk jangka waktu terbatas:

  • PT (Badan): 4 tahun sejak terdaftar
  • CV / Perorangan: 7 tahun sejak terdaftar

Kedai Kopi Nusantara berdiri Januari 2020, sehingga jika berbentuk PT, fasilitas PPh Final berakhir di akhir 2023. Setelah itu harus menggunakan tarif PPh Badan normal (22%).

Jika berbentuk usaha perorangan, fasilitas berlaku sampai akhir 2026.

Threshold Bebas Pajak

Sejak 2024, UMKM dengan omzet di bawah Rp 500 juta/tahun bebas PPh Final. Omzet Kedai Kopi Nusantara (533 juta) sedikit di atas threshold ini, sehingga masih wajib membayar PPh Final atas seluruh omzet.

Referensi