Balaka Tutorial: IT Service

Overview

Anda menjalankan PT Solusi Digital Nusantara — perusahaan konsultasi dan pengembangan IT di Jakarta Selatan. Perusahaan terdaftar sebagai PKP (Pengusaha Kena Pajak) dengan 5 karyawan tetap.

Profil Perusahaan

DataNilai
NamaPT Solusi Digital Nusantara
NPWP01.234.567.8-201.000
StatusPKP (sejak 2019)
Karyawan5 orang
GajiRp 15.000.000/bulan (semua karyawan)
KlienBank Mandiri, Telkom, PLN, Grab, Kementerian Kominfo

Klien dan Proyek

KlienTipeProyekTemplate Pendapatan
Bank MandiriBUMNCore Banking ModernizationPendapatan + PPN + PPh 23
TelkomBUMNNetwork Monitoring SystemPendapatan + PPN + PPh 23
PLNBUMNSmart Grid AnalyticsPendapatan BUMN (FP 03)
GrabSwastaDriver Onboarding PlatformPendapatan + PPN
KominfoPemerintahe-Government PortalPendapatan BUMN (FP 03)

Setiap tipe klien menggunakan template pencatatan yang berbeda karena perlakuan PPN dan PPh yang berbeda.

Yang Akan Anda Pelajari

Tutorial ini mengikuti siklus keuangan 1 tahun penuh (Januari–Desember 2025):

  1. Setoran Modal & Setup Awal — memulai tahun buku
  2. Mencatat Pendapatan — 3 pola pendapatan IT service
  3. Mencatat Pengeluaran — cloud, sewa, telekom, operasional
  4. Payroll Bulanan — gaji, BPJS, PPh 21 TER
  5. Aset Tetap — beli laptop & server, penyusutan
  6. Tutup Bulan — setor pajak, tutup periode
  7. Tutup Tahun & SPT — rekonsiliasi fiskal, Coretax export
  8. Kesalahan Umum — yang perlu dihindari

Angka-Angka Kunci (Ringkasan Tahun 2025)

MetrikNilai
Total Pendapatan2.110.000.000
Total Beban1.315.815.760
Laba Bersih794.184.240
PPN Keluaran138.600.000
Kredit Pajak PPh 2336.600.000
PPh Badan Terutang88.460.240
PPh 29 Kurang Bayar51.860.240

Semua angka ini dihasilkan oleh aplikasi Balaka melalui simulasi demo data. Anda bisa mengikuti langkah demi langkah menggunakan demo instance di demo-it.balaka.id.

Setoran Modal

Sebelum mulai mencatat transaksi, ada dua hal yang perlu dilakukan: setoran modal awal dan memastikan data perusahaan terisi.

Setoran Modal

Pemilik menyetor modal awal Rp 500.000.000 ke rekening perusahaan.

Gunakan template Setoran Modal:

FieldIsi
TemplateSetoran Modal
Tanggal2025-01-02
Jumlah500.000.000
DeskripsiSetoran modal awal tahun 2025
ReferensiCAP-2025-001

Form transaksi setoran modal

Jurnal yang dihasilkan:

AkunDebitKredit
1.1.02 Bank BCA500.000.000
3.1.01 Modal Disetor 500.000.000

Bank bertambah (debit), modal bertambah (kredit).

Detail transaksi setoran modal

Untuk memahami kenapa debit dan kredit seperti ini, lihat Debit dan Kredit.

Verifikasi Setup

Setelah setoran modal, cek:

  1. Dashboard — Saldo bank harus menunjukkan 500 juta
  2. Trial Balance — 1 baris: Bank BCA (D) 500jt, Modal Disetor (C) 500jt
  3. Neraca — Total Aset = Total Ekuitas = 500 juta

Data Karyawan

Pastikan 5 karyawan sudah terdata dengan status PTKP yang benar:

KaryawanJabatanPTKPKeterangan
Ahmad FauziCTOK/2Kawin, 2 tanggungan
Sari WulandariProject ManagerTK/0Belum kawin
Riko PratamaSenior DeveloperK/1Kawin, 1 tanggungan
Maya AnggrainiBusiness AnalystTK/0Belum kawin
Dian KusumaQA LeadK/0Kawin, tanpa tanggungan

Status PTKP mempengaruhi perhitungan PPh 21. Lihat Panduan Payroll untuk detail.

Data Klien

Pastikan semua klien sudah terdata dengan NPWP yang benar — ini penting untuk pembuatan faktur pajak dan bukti potong.

Langkah Selanjutnya

Modal sudah disetor, data sudah siap. Mulai mencatat transaksi:

Mencatat Pendapatan

PT Solusi Digital Nusantara sebagai perusahaan PKP memiliki 3 pola pencatatan pendapatan, tergantung tipe klien.

Untuk konsep dasar PPN dan PPh 23, lihat Panduan PPN dan Panduan PPh.

Pola 1: Klien Swasta PKP (Grab)

Klien swasta yang bukan pemungut PPN. Anda memungut PPN 11% dan menerima pembayaran penuh.

Template: Pendapatan Jasa + PPN

Contoh: Invoice ke Grab, harga jual Rp 80.000.000

FieldIsi
TemplatePendapatan Jasa + PPN
Tanggal2025-02-05
Jumlah80.000.000
DeskripsiDriver Onboarding Platform - Feb
ReferensiINV-SDN-2025-003
ProyekPRJ-GRB-01

Jurnal yang dihasilkan:

AkunDebitKreditPerhitungan
Bank BCA88.800.000 80jt × 1,11
Pendapatan Jasa 80.000.000Harga jual
Hutang PPN 8.800.00080jt × 11%

Anda menerima Rp 88,8 juta (termasuk PPN). PPN 8,8 juta menjadi hutang yang harus disetor ke negara.

Pola 2: Klien Korporat Besar (Mandiri, Telkom)

Klien korporat yang memotong PPh 23 (2%) dari pembayaran. Anda memungut PPN 11%, tapi klien menahan 2% sebagai PPh 23.

Template: Pendapatan Jasa + PPN + PPh 23

Contoh: Invoice ke Bank Mandiri, harga jual Rp 150.000.000

FieldIsi
TemplatePendapatan Jasa + PPN + PPh 23
Tanggal2025-01-10
Jumlah150.000.000
DeskripsiKonsultasi Core Banking - Januari
ReferensiINV-SDN-2025-001
ProyekPRJ-MND-01

Form pendapatan jasa dengan PPN dan PPh 23

Jurnal yang dihasilkan:

AkunDebitKreditPerhitungan
Bank BCA163.500.000 150jt × 1,09
Kredit Pajak PPh 233.000.000 150jt × 2%
Pendapatan Jasa 150.000.000Harga jual
Hutang PPN 16.500.000150jt × 11%

Anda menerima Rp 163,5 juta (harga jual + PPN 11% − PPh 23 2%). Selisih 2% menjadi kredit pajak yang bisa dikurangkan dari PPh Badan tahunan.

Detail transaksi pendapatan jasa dengan PPN dan PPh 23

Penting: Minta bukti potong PPh 23 dari klien — ini dibutuhkan saat pelaporan SPT.

Pola 3: Klien BUMN / Pemerintah (PLN, Kominfo)

Untuk BUMN/pemerintah, PPN dipungut oleh pembeli (Wapu, Faktur Pajak kode 03). Anda tidak menerima PPN dari klien. PPh 23 tetap dipotong.

Template: Pendapatan Jasa BUMN (FP 03)

Contoh: Invoice ke PLN, harga jual Rp 200.000.000

FieldIsi
TemplatePendapatan Jasa BUMN (FP 03)
Tanggal2025-01-20
Jumlah200.000.000
DeskripsiSmart Grid Analytics - Januari
ReferensiINV-SDN-2025-002
ProyekPRJ-PLN-01

Jurnal yang dihasilkan:

AkunDebitKreditPerhitungan
Bank BCA196.000.000 200jt × 0,98
Kredit Pajak PPh 234.000.000 200jt × 2%
Pendapatan Jasa 200.000.000Harga jual

Tidak ada Hutang PPN — PPN dipungut dan disetor oleh PLN langsung.

Perbandingan 3 Pola

Swasta (+PPN)Korporat (+PPN+PPh23)BUMN (FP 03)
Anda terima111%109%98%
PPNAnda setorAnda setorKlien setor
PPh 23Tidak adaKlien potong 2%Klien potong 2%
Kredit pajakTidak adaYa (PPh 23)Ya (PPh 23)

Jadwal Pendapatan 2025

BulanKlienTemplateJumlah
JanMandiri+PPN+PPh23150.000.000
JanPLNBUMN FP03200.000.000
FebGrab+PPN80.000.000
FebTelkom+PPN+PPh23120.000.000
MarKominfoBUMN FP03180.000.000
AprMandiri+PPN+PPh23100.000.000
............
Total 2.110.000.000

Langkah Selanjutnya

Mencatat Pengeluaran

Pengeluaran rutin IT service dicatat menggunakan template SIMPLE — isi jumlah, klik posting, selesai.

Pengeluaran Bulanan

TemplateAkun BebanRata-rata/BulanKeterangan
Bayar Beban Cloud & Server5.1.205.500.000AWS/GCP/Azure
Bayar Beban Sewa5.1.0515.000.000Sewa kantor
Bayar Beban Telekomunikasi5.1.062.500.000Internet + telepon
Bayar Beban Operasional5.1.992.500-3.500ATK, transport, konsumsi
Beban Admin Bank5.2.0115.000Potongan otomatis bank

Pengeluaran Triwulanan

TemplateAkun BebanPer KuartalKeterangan
Bayar Beban Software & Lisensi5.1.213.300.000JetBrains, GitHub

Cara Mencatat

Semua template pengeluaran bekerja sama:

  1. Pilih template (misal: Bayar Beban Cloud & Server)
  2. Isi tanggal dan jumlah
  3. Isi deskripsi dan referensi
  4. Klik Simpan & Posting

Form transaksi pembayaran beban

Jurnal yang dihasilkan (contoh cloud):

AkunDebitKredit
5.1.20 Beban Cloud & Server5.500.000
1.1.02 Bank BCA 5.500.000

Beban bertambah (debit), bank berkurang (kredit). Setiap pengeluaran mengurangi saldo bank.

Total Pengeluaran Operasional 2025

KategoriJumlah/Tahun
Beban Gaji (via payroll)900.000.000
Beban BPJS (via payroll)79.010.760
Beban Sewa180.000.000
Beban Cloud & Server66.000.000
Beban Telekomunikasi30.000.000
Beban Software & Lisensi9.900.000
Beban Operasional35.100.000
Beban Penyusutan15.625.000
Beban Admin Bank180.000
Total1.315.815.760

Tips

  • Catat segera — jangan tunda pencatatan, karena saldo bank di Balaka harus cocok dengan mutasi bank
  • Gunakan referensi — isi nomor invoice/kwitansi vendor sebagai referensi untuk pelacakan
  • Bukti dokumen — upload foto kwitansi/invoice sebagai lampiran transaksi

Langkah Selanjutnya

Payroll Bulanan

Setiap bulan, jalankan payroll untuk 5 karyawan. Sistem menghitung BPJS dan PPh 21 otomatis.

Untuk konsep payroll, lihat Panduan Payroll.

Konfigurasi PT Solusi Digital Nusantara

ParameterNilai
Base Salary15.000.000
JKK Risk Class1 (jasa/IT)
Jumlah Karyawan5

Langkah Bulanan

1. Buat Payroll Run

Buka Payroll → Buat Baru:

  • Periode: 2025-01
  • Base Salary: 15000000
  • JKK Risk Class: 1

Klik Buat & Kalkulasi.

Form pembuatan payroll baru

2. Review Hasil

Sistem menampilkan:

ItemJan-Nov (per bulan)Desember
Total Gross75.000.00075.000.000
Total Employee BPJS2.602.1152.602.115
Total PPh 213.600.00016.350.000
Total Deductions6.202.11518.952.115
Total Net Pay68.797.88556.047.885
Total Company BPJS6.584.2306.584.230

Desember memiliki PPh 21 lebih besar karena rekonsiliasi tahunan — PPh 21 dihitung ulang dengan tarif progresif dan selisih dari TER bulanan disesuaikan.

Hasil kalkulasi payroll

3. Approve & Post

  • Klik Approve → review final
  • Klik Post ke Jurnal → jurnal "Post Gaji Bulanan" otomatis dibuat

4. Bayar Gaji

Setelah payroll diposting, buat transaksi:

  • Bayar Hutang Gaji — jumlah = Total Net Pay
  • Bayar Hutang BPJS — jumlah = Total BPJS (karyawan + perusahaan)

5. Setor PPh 21

Bulan berikutnya (sebelum tanggal 10):

  • Setor PPh 21 — jumlah = Total PPh 21 dari payroll bulan lalu

Contoh Januari 2025

Payroll Jan:
  Gross: 75.000.000 (5 × 15jt)
  PPh 21: 3.600.000
  Net Pay: 68.797.885

Setelah post payroll:
  ✅ Beban Gaji       (D) 75.000.000
  ✅ Beban BPJS Kes   (D) 2.400.000
  ✅ Beban BPJS TK    (D) 4.184.230
  ✅ Hutang Gaji      (C) 68.797.885
  ✅ Hutang BPJS      (C) 9.186.345
  ✅ Hutang PPh 21    (C) 3.600.000

Bayar Hutang Gaji:
  ✅ Hutang Gaji      (D) 68.797.885
  ✅ Bank BCA         (C) 68.797.885

Bayar Hutang BPJS:
  ✅ Hutang BPJS      (D) 9.186.345
  ✅ Bank BCA         (C) 9.186.345

Setor PPh 21 (Feb, tgl 10):
  ✅ Hutang PPh 21    (D) 3.600.000
  ✅ Bank BCA         (C) 3.600.000

Setelah semua: Hutang Gaji = 0, Hutang BPJS = 0. Hutang PPh 21 = 3.600.000 (akan disetor bulan depan).

PPh 21 per Karyawan

KaryawanPTKPKategori TERPPh 21/bulan (Jan-Nov)
Ahmad FauziK/2B675.000
Sari WulandariTK/0A750.000
Riko PratamaK/1B675.000
Maya AnggrainiTK/0A750.000
Dian KusumaK/0A750.000
Total 3.600.000

Langkah Selanjutnya

Aset Tetap

PT Solusi Digital membeli 2 aset tetap selama 2025:

AsetTanggalHargaMasa ManfaatPenyusutan/Bulan
Laptop HP EliteBook 860Jan 1525.000.00048 bulan520.833
Server Dell PowerEdge R750Mar 2045.000.00048 bulan937.500

Untuk konsep penyusutan, lihat Panduan Aset Tetap.

Pembelian Laptop (Januari)

Langkah 1: Daftarkan Aset

Buka Aset Tetap → Tambah Baru:

FieldIsi
KodeAST-LPT-001
NamaLaptop HP EliteBook 860
KategoriKOMPUTER
Tanggal Beli2025-01-15
Harga Beli25.000.000
MetodeGaris Lurus
Masa Manfaat48 bulan
Nilai Residu0

Form pendaftaran aset tetap

Langkah 2: Catat Pembayaran

Template Pembelian Aset Tetap otomatis membuat jurnal:

AkunDebitKredit
1.2.01 Peralatan Komputer25.000.000
1.1.02 Bank BCA 25.000.000

Detail aset tetap yang sudah terdaftar

Penyusutan Bulanan

Setiap akhir bulan, buka Aset Tetap → Penyusutan:

  1. Pilih periode
  2. Klik Generate
  3. Klik Post untuk setiap entry

Bulan Januari–Februari (hanya laptop):

  • Penyusutan: 520.833/bulan

Mulai Maret (laptop + server):

  • Laptop: 520.833
  • Server: 937.500
  • Total: 1.458.333/bulan

Dampak di Laporan

Trial Balance (31 Desember 2025)

AkunDebitKredit
1.2.01 Peralatan Komputer70.000.000
1.2.02 Akum. Penyusutan 15.625.000
5.1.12 Beban Penyusutan15.625.000

Nilai buku aset: 70.000.000 − 15.625.000 = 54.375.000

Rincian Penyusutan

AsetBulan MulaiJumlah BulanTotal Penyusutan
LaptopFeb 2025126.250.000
ServerApr 2025109.375.000
Total 15.625.000

Langkah Selanjutnya

  • Tutup Bulan — penyusutan sebagai bagian siklus bulanan

Tutup Bulan

Setiap bulan, lakukan langkah-langkah berikut untuk memastikan keuangan PT Solusi Digital tercatat dengan benar.

Untuk panduan umum tutup bulan, lihat Panduan Tutup Bulanan.

Checklist Bulanan

Minggu 1 Bulan Berikutnya

  • [ ] Input semua transaksi pendapatan bulan lalu
  • [ ] Input semua pengeluaran bulan lalu (cloud, sewa, telekom, dll)

Tanggal 10

  • [ ] Setor PPh 21 — jumlah dari payroll bulan lalu
  • [ ] Setor PPh 23 — jika ada pembayaran jasa ke vendor bulan lalu

Tanggal 15

  • [ ] Setor PPN — PPN Keluaran bulan lalu dikurangi PPN Masukan

Akhir Bulan

  • [ ] Jalankan payroll bulan ini
  • [ ] Bayar gaji (Bayar Hutang Gaji)
  • [ ] Bayar BPJS (Bayar Hutang BPJS)
  • [ ] Post penyusutan bulan ini
  • [ ] Catat beban admin bank
  • [ ] Tutup periode bulan lalu

Contoh: Closing Januari 2025

Pendapatan Januari (sudah dicatat)

  • Mandiri: 150jt (+PPN+PPh23)
  • PLN: 200jt (BUMN FP03)

Pengeluaran Januari (sudah dicatat)

  • Cloud: 5,5jt
  • Software: 3,3jt
  • Sewa: 15jt
  • Telekom: 2,5jt
  • Operasional: 3jt
  • Admin Bank: 15rb

Payroll Januari

  • Post payroll → Bayar gaji 68,8jt → Bayar BPJS 9,2jt

Penyusutan Januari

  • Laptop: 520.833

Setor Pajak (Februari)

  • PPh 21: 3.600.000 (tanggal 10 Feb)
  • PPN: 16.500.000 (akhir Feb) — hanya dari invoice Mandiri, PLN PPN dipungut pembeli

Tutup Periode Januari

  • Buka Periode Fiskal → Januari 2025 → Tutup Bulan

Daftar periode fiskal

PPN: Mana yang Disetor?

Tidak semua bulan ada PPN yang disetor. Bulan dimana semua pendapatan dari BUMN (FP 03), PPN nihil:

BulanPendapatanPPN KeluaranSetor PPN
JanMandiri 150jt16.500.000Ya
FebGrab 80jt + Telkom 120jt22.000.000Ya
MarKominfo 180jt (BUMN)0Nihil
AprMandiri 100jt11.000.000Ya
JunPLN 250jt (BUMN)0Nihil
SepKominfo 220jt (BUMN)0Nihil

Verifikasi Akhir Bulan

Setelah semua langkah selesai, cek:

AkunSeharusnya
Hutang Gaji (2.1.10)0 (sudah dibayar)
Hutang BPJS (2.1.13)0 (sudah disetor)
Hutang PPh 21 (2.1.20)Hanya bulan ini (belum jatuh tempo)
Hutang PPN (2.1.03)Akumulasi yang belum disetor
Bank BCA (1.1.02)Positif dan masuk akal

Langkah Selanjutnya

Tutup Tahun & SPT

Setelah 12 bulan, waktunya menutup tahun buku 2025, membuat rekonsiliasi fiskal, dan menyiapkan data SPT Tahunan.

Untuk konsep umum, lihat Panduan Tutup Tahun dan Coretax Export.

Langkah 1: Pastikan Semua Bulan Sudah Ditutup

Buka Periode Fiskal dan pastikan 12 bulan 2025 berstatus MONTH_CLOSED.

Langkah 2: Review Laba Rugi

Buka Laporan → Laba Rugi (periode: 1 Jan – 31 Des 2025):

PENDAPATAN
  Pendapatan Jasa                 2.110.000.000
                                  ─────────────
  Total Pendapatan                2.110.000.000

BEBAN USAHA
  Beban Gaji                       900.000.000
  Beban BPJS Kesehatan               28.800.000
  Beban BPJS Ketenagakerjaan          50.210.760
  Beban Sewa                        180.000.000
  Beban Cloud & Server                66.000.000
  Beban Telekomunikasi                30.000.000
  Beban Penyusutan                    15.625.000
  Beban Software & Lisensi             9.900.000
  Beban Operasional Lainnya           35.100.000
                                  ─────────────
  Total Beban Usaha               1.315.635.760

BEBAN LUAR USAHA
  Beban Admin Bank                       180.000
                                  ─────────────

LABA BERSIH                         794.184.240

Langkah 3: Rekonsiliasi Fiskal

Buka Laporan → Rekonsiliasi Fiskal (tahun: 2025).

Laporan rekonsiliasi fiskal

Tambahkan koreksi fiskal:

UraianKategoriArahJumlah
Beban entertainment tanpa daftar nominatifBeda TetapPositif5.000.000
Sumbangan non-deductibleBeda TetapPositif2.000.000
Selisih penyusutan komersial vs fiskalBeda WaktuPositif3.000.000

Hasil rekonsiliasi:

Laba Komersial                      794.184.240
+ Koreksi Positif                    10.000.000
− Koreksi Negatif                             0
                                  ─────────────
Penghasilan Kena Pajak (PKP)        804.184.240

Langkah 4: PPh Badan

Dari PKP 804.184.240:

KomponenNilai
PKP (dibulatkan ribuan)804.184.000
PPh Badan Terutang88.460.240
Kredit Pajak PPh 23(36.600.000)
Angsuran PPh 25
PPh 29 Kurang Bayar51.860.240

Bayar PPh 29 sebelum penyampaian SPT (batas: 30 April 2026).

Langkah 5: Jurnal Penutup

Buka Laporan → Tutup Buku Tahun dan klik Eksekusi.

Jurnal penutup menutup semua akun pendapatan dan beban:

  • Semua pendapatan (4.x) menjadi saldo 0
  • Semua beban (5.x) menjadi saldo 0
  • Selisih masuk ke Laba Ditahan (3.2.01): 794.184.240

Checklist SPT tahunan

Langkah 6: Export Coretax

Buka Laporan → SPT Tahunan untuk melihat data yang siap diinput ke Coretax:

Transkrip 8A

Neraca dan Laba Rugi dengan nomor field Coretax.

Lampiran I — Rekonsiliasi Fiskal

  • Pendapatan Neto: 794.184.240
  • Koreksi Positif: 10.000.000 (3 item)
  • PKP: 804.184.240

Lampiran III — Kredit Pajak PPh 23

4 bukti potong dari klien (Mandiri, Telkom), total kredit: 36.600.000

PPh Badan

  • PPh Terutang: 88.460.240
  • Kredit Pajak: 36.600.000
  • PPh 29: 51.860.240

Neraca Setelah Closing

ASET
  Bank BCA                        1.288.859.240
  Kredit Pajak PPh 23                36.600.000
  Peralatan Komputer                 70.000.000
  Akum. Penyusutan                  (15.625.000)
                                  ─────────────
  Total Aset                      1.379.834.240

KEWAJIBAN
  Hutang PPN                         69.300.000
  Hutang PPh 21                      16.350.000
                                  ─────────────
  Total Kewajiban                    85.650.000

EKUITAS
  Modal Disetor                     500.000.000
  Laba Ditahan                      794.184.240
                                  ─────────────
  Total Ekuitas                   1.294.184.240

  Total Kewajiban + Ekuitas       1.379.834.240  ✓

Langkah Selanjutnya

Kesalahan Umum

Hal-hal yang sering salah saat mengelola keuangan perusahaan IT service.

1. Tidak Membedakan PPN untuk BUMN

Salah: Menggunakan template "Pendapatan Jasa + PPN" untuk klien BUMN.

Benar: Gunakan "Pendapatan Jasa BUMN (FP 03)". PPN untuk BUMN dipungut oleh pembeli — Anda tidak menerima PPN dari klien dan tidak perlu menyetornya.

Jika salah template, Hutang PPN akan terlalu besar dan setor PPN akan lebih dari seharusnya.

2. Lupa Minta Bukti Potong PPh 23

Masalah: Klien memotong PPh 23 (2%) dari pembayaran Anda, tapi Anda tidak meminta bukti potong.

Dampak: Kredit Pajak PPh 23 tidak bisa diklaim saat SPT Tahunan. Anda membayar PPh Badan lebih besar.

Solusi: Setiap kali menerima pembayaran yang dipotong PPh 23, minta bukti potong dari klien. Di contoh demo, PT Solusi Digital memiliki kredit pajak 36,6 juta — tanpa bukti potong, uang ini hilang.

3. Setor PPN Terlambat

Batas waktu: Akhir bulan berikutnya.

Denda: 2% per bulan dari PPN kurang bayar.

Solusi: Masukkan jadwal setor PPN di checklist tutup bulan. Di bulan dimana semua income dari BUMN, PPN nihil — tetap lapor nihil.

4. Payroll Desember Lebih Besar

Fenomena: PPh 21 Desember lebih besar dari bulan biasa.

Bukan bug. Ini adalah rekonsiliasi tahunan PPh 21:

  • Jan-Nov: tarif TER (flat rate per bulan)
  • Desember: dihitung ulang dengan tarif progresif, selisih ditambahkan

Contoh: PPh 21 Jan-Nov = 3.600.000/bulan, Desember = 16.350.000. Net pay karyawan di Desember lebih kecil.

5. Hutang Gaji atau BPJS Tidak Nol di Akhir Bulan

Gejala: Trial Balance menunjukkan Hutang Gaji masih ada saldo.

Penyebab: Lupa mencatat "Bayar Hutang Gaji" atau "Bayar Hutang BPJS" setelah posting payroll.

Solusi: Pastikan setiap bulan ada 3 transaksi setelah payroll:

  1. Bayar Hutang Gaji
  2. Bayar Hutang BPJS
  3. Setor PPh 21 (bulan berikutnya)

6. Mencampur Kas Pribadi dan Perusahaan

Masalah: Menggunakan rekening perusahaan untuk pengeluaran pribadi tanpa mencatat.

Solusi: Jika terpaksa, catat sebagai Prive / Pengambilan Pribadi. Template ini mendebit Prive dan mengkredit Bank — mengurangi ekuitas pemilik.

7. Tidak Membuat Koreksi Fiskal

Masalah: Beberapa beban tidak boleh dikurangkan secara pajak (entertainment tanpa nominatif, sumbangan, dll). Jika tidak dikoreksi, PKP terlalu rendah dan PPh Badan kurang bayar.

Solusi: Setiap akhir tahun, review beban yang tidak deductible dan masukkan sebagai koreksi fiskal positif di Rekonsiliasi Fiskal.

8. Aset Tetap Langsung Dibebankan

Salah: Mencatat pembelian laptop 25 juta sebagai "Bayar Beban Operasional".

Benar: Daftarkan sebagai aset tetap dan disusutkan selama masa manfaat (48 bulan). Ini memberikan gambaran laba yang lebih akurat — biaya laptop dibagi merata selama 4 tahun, bukan dibebankan sekaligus.

Referensi